Jatinangor Makin Tersohor

Jatinangor adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Sumedang, Provinsi Jawa Barat, Indonesia. Ketika pertama kali Anda mendengar kata Jatinangor, yang muncul di benak pikiran Anda pastilah kawasan pendidikan, karena Jatinangor sudah terkenal dengan beberapa universitas terkemuka Indonesia yang terletak di Jatinangor. Namun sebenarnya, Jatinangor bukan sekedar kawasan pendidikan saja, saat ini Jatinangor sudah semakin tersohor dengan banyaknya pembangunan fasilitas dan sarana umum yang sudah mulai berjalan beberapa tahun lalu.

Fasilitas-fasilitas yang (sudah) mulai dibangun di daerah Jatinangor dan sekitarnya antara lain adalah :

Tol Cisumdawu (Cileunyi - Sumedang - Dawuan).

Tol Cisumdawu adalah sebuah jalan tol sepanjang 60 kilometer bagian dari Jalan Tol Trans Jawa yang berada di Jawa Barat menghubungkan daerah Cileunyi - Sumedang - Dawuan atau Jalan Tol Padaleunyi dengan Jalan Tol Palimanan-Kanci keseluruhan mempergunakan lahan seluas 825 hektar.

Bandar Udara Internasional Kertajati

Bandara Internasional Kertajati

Bandar Udara Internasional Kertajati atau juga dikenal Bandar Udara Internasional Jawa Barat adalah bandar udara yang dibangun di daerah Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, Indonesia yang terletak sekitar 100 kilometer di timur Bandung, dengan luas keseluruhannya 5000 ha dalam tahap awal akan dipergunakan hanya 646 hektar. Pembangunan bandara ini atas usulan Pemda Jabar untuk menggantikan fungsi dari Bandara Husein Sastranegara di Bandung. Bandara seluas 1.800 hektar ini akan dilengkapi dengan akses tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu), juga akses kereta. Luas terminalnya mencapai 92.000 meter persegi yang bisa menampung 5-6 juta penumpang.

Bandung Light Railway Transit (LRT)

Bandung Light Railway Transit

Bandung Monorail yang rencananya akan mengintegrasikan lima rute utama yang menghubungkan Kabupaten Bandung, Kota Bandung, Cimahi, Bandung Barat, serta Sumedang. Rute yang dibangun pertama kali adalah Leuwipanjang - Gedebage - Jatinangor sepanjang 29,8km dengan biaya Rp 6triliun, yang diharapkan akan beroperasional pada tahun 2025. Namun pada 11 April 2016 yang lalu, Pemerintah Provinsi Jawa Barat membatalkan pembangunan monorel Bandung Raya. Pembangunan modal transportasi massal tersebut urung dilakukan seiring pembangunan Kereta Cepat Bandung-Jakarta yang digagas pemerintah pusat yang terintegrasi dengan Light Railway Transit (LRT).

Sumber :