Sejarah Lomba Panjat Pinang, Balap Karung, Makan Kerupuk di Perayaan Tujuh Belasan

Tinggal 8 hari lagi Bangsa Indonesia akan memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) RI ke 71. Pastinya hal itu tak lepas dari seremonial Pembacaan teks Proklamasi yang dahulu dibacakan oleh Presiden RI, Soekarno dan didampingi Wakil Presiden, Moh. Hatta. Namun pada artikel ini kita bukan membahas tentang pembacaan teks proklamasi, melainkan membahas tentang permainan-permainan yang populer di perayaan tujuh belasan, kamu pasti tahu kan permainan apa saja itu? Yap, permainan yang kerap kita temui adalah panjat pinang, balap karung, makan kerupuk, dan masih banyak lagi. Tapi tahu gak sih sejarah di belakang permainan-permainan tersebut? Mari kita bahas lebih lanjut di artikel ini.

Setiap perayaan hari kemerdekaan Indonesia, lomba panjat pinang dan balap karung adalah menu wajib yang selalu hadir. Tua muda selalu antusias berpartisipasi dalam lomba yang memang sangat seru ini. Namun tahukah Anda? dibalik kemeriahan suasana panjat pinang dan balap karung tersimpan kisah suram tentang asal usul permainan rakyat ini.

Bila kita mengadakan lomba panjat pinang dan balap karung setiap 17 Agustus, dulu sebelum Indonesia merdeka ternyata lomba ini telah diadakan, namun beda tanggal. Pemerintah Belanda menggelarnya setiap tanggal 31 Agustus untuk memperingati ulang tahun Ratu Wilhemina.

Asep Kambali, pendiri Komunitas Historia Indonesia, melakukan riset tentang asal mula panjat pinang digelar. Dari hasil riset pada koleksi museum Tropen, Belanda, ia mendapati ternyata panjat pinang sebenarnya adalah adaptasi dari permainan serupa asal Belanda yang bernama "De Klimmast" yang berarti panjang tiang. Mereka mengadakan lomba panjat tiang sebagai hiburan pada perayaan-perayaan hari besar disana. Nah, oleh penjajah Belanda permainan ini diperkenalkan di Tanah air. Namun berbeda dengan di negara asalnya, selama permainan ini di gelar tak satupun orang Belanda yang mau ikut bermain. Mereka hanya tertawa-tawa melihat orang pribumi saling pijak berusaha merebut sekarung makanan dan pakaian yang digantung di pucuk pinang. Disinilah pribumi dilecehkan, orang-orang pribumi yang bersusah payah jatuh bangun memanjat tiang licin ini menjadi hiburan tersendiri bagi orang Belanda pada waktu itu.

Begitu juga dengan lomba balap karung. Bukti sejarah juga menunjukkan permainan ini telah ada sejak jaman penjajahan. Konon orang-orang pribumi begitu sulit hidupnya hingga mereka hanya mampu berpakaian dengan karung goni. Karena kesal, mereka mneginjak-injak karung dan entah bagaimana akhirnya kekesalan mereka itu berubah menjadi sebuah permainan adu lari memakai karung. Bila ditelusuri, ternyata balap karung juga bukan hanya ada di Indonesia. Sebuah foto memperlihatkan beberapa tentara Jerman pada masa Perang Dunia II sedang lomba balap karung dengan serunya. Mana versi yang benar, belum ada penelitian lebih lanjut tentang itu.

Sedangkan asal usul perlombaan makan kerupuk adalah untuk memperingati bagaimana perjuangan warga Indonesia waktu terjajah oleh penjajah. Waktu itu kerupuk adalah salah satu jenis makan yang menjadi makan utama warga Indonesia. Jaman penjajahan untuk mendapatkan sesuatu dirasa sangat sulit tidak terkecuali untuk makanan yang enak seperti saat ini, oleh sebab itu warga Indonesia hanya mampu untuk makan seadanya yaitu nasi + kerupuk.

Beberapa pemerhati sejarah telah mengusulkan permainan ini dihapuskan dari perayaan hari kemerdekaan. Mereka menganggap permainan tersebut merupakan peninggalan Belanda yang melecehkan pribumi sehingga tidak pantas dilestarikan.

Namun hal itu tak mudah dilakukan karena panjat pinang telah mengakar dalam budaya Indonesia. Banyak orang yang mengatakan agar jangan terlalu mempermasalahkan latar belakang sejarah. Ambil saja nilai positifnya. Panjat pinang mempunya filosofi positif tentang sebuah kerjasama tim sementara balap karung membawa semangat persaingan penuh hiburan.

Jadi, mari rayakan hari kemerdekaan ini dengan penuh sukacita sambil merubah sejarah kelam menjadi spirit baru untuk Indonesia yang lebih baik. Bagaimana menurut Anda? setuju?

Sumber :

http://www.tipsiana.com/2015/08/sejarah-pahit-lomba-panjat-pinang-dan.html

http://www.k-game.net/2015/09/lomba-makan-kerupuk.html

http://www.indoberita.com/2015/08/20208/sejarah-proklamasi-kemerdekaan-ri-17-agustus-45-dirgahayu-indonesia-ke-70/